Pocari Run 2025, Awal Mandalika Menuju Pentas Lari Global
| Sumber Foto : https://share.google/images/RbA3bFyNQG5e5435d |
Widia Words – Langit kemerahan sore itu menyambut ribuan langkah di Sirkuit Mandalika, Lombok. Tidak hanya suara laju sepatu di aspal, namun juga tawa, sorak-sorai, dan semangat yang terpancar dari para peserta Pocari Sweat Run 2025. Gelaran ini menggabungkan olahraga, keindahan alam, dan dampak sosial ekonomi ke dalam satu event besar.
Pocari Sweat Run 2025 berhasil menarik lebih dari 9.000 pelari dari berbagai daerah untuk berlari bersama di sirkuit MotoGP ikonik tersebut, Jumat sore (13/9/2025). Mereka merasakan sensasi sunset run dan panorama Mandalika yang menawan, sekaligus menggerakkan ekonomi lokal. (Sumber: Pantau.com, Lombok Post)
Mandalika selama ini dikenal sebagai pusat wisata motor dan pantai, namun jarang dipakai untuk event lari skala besar. Gelaran ini pun jadi ujian kesiapan Lombok dalam logistik, infrastruktur, hingga keamanan.
Rute dimulai dari dalam sirkuit, lalu keluar menuju pesisir dengan tanjakan ringan. Momen senja menjadikan lomba ini unik dengan matahari tenggelam, siluet pelari, dan angin laut menyatu dalam pengalaman visual yang jarang ditemui di event lari lain. Pos kesehatan dan air tersedia di sepanjang jalur untuk menjaga keamanan peserta.
Artis Wagumi Dinda yang ikut serta bahkan mengajak keluarganya. “Kami bukan cuma berlari, tapi merasakan suasana sore hari di sirkuit ini, matahari hampir tenggelam, angin pantai… suatu pengalaman yang berbeda,” ujarnya.
Event ini membawa efek langsung ke perekonomian Lombok. Hotel di sekitar sirkuit penuh, warung makan dan transportasi online kebanjiran pesanan, toko suvenir laris. Pemerintah daerah menilai event ini mempercepat pemulihan pariwisata pascapandemi.
Atmosfer Mandalika ini punya gaung internasional. Sebagai perbandingan, New York City Marathon (NYCM) yang digelar tiap November mampu menarik lebih dari 50.000 pelari dari seluruh dunia, dan menambah sekitar US$400 juta ke ekonomi kota. Sama seperti Mandalika, NYCM juga mengandalkan daya tarik lokasi: rutenya melewati jembatan, Central Park, hingga Times Square, menjadi ajang sport tourism terbesar di AS.
Bedanya, Mandalika masih dalam tahap awal: peserta ribuan, bukan puluhan ribu. Namun keunikannya ada di panorama tropis dan sunset run, sesuatu yang bahkan NYCM tidak miliki. Jika dikelola konsisten, Mandalika bisa jadi ikon “sport tourism ala Indonesia” yang setara dengan marathon global.
Pocari Sweat Run 2025 membuktikan olahraga bisa jadi jembatan antara gaya hidup sehat, pariwisata, dan ekonomi lokal. Namun tantangan ke depan ada pada:
-
Kesiapan logistik & transportasi, agar peserta mudah datang.
-
Kenyamanan & keamanan, mengingat iklim tropis berbeda dari kota-kota besar dunia.
-
Keberlanjutan event, supaya tidak hanya jadi agenda episodik.
Ke depan, Mandalika berpeluang masuk kalender international running events. Dengan kombinasi alam, budaya, dan dukungan industri pariwisata, bukan tidak mungkin event ini bisa berdiri sejajar dengan New York City Marathon, Tokyo Marathon, atau London Marathon.
kerenn
ReplyDeletekeren sekali pocari run
ReplyDelete