Donut 200 ribu Pinkan Mambo, Worth it atau Cuma Viral?
| Sumber foto : https://share.google/images/V9h98GlQNd7JmFPjL |
Widia Words – Donat biasanya jadi camilan ringan yang bisa didapat dengan harga belasan ribu rupiah per biji. Tapi belakangan, nama Pinkan Mambo bikin jagat kuliner heboh dengan donat buatannya yang dijual seharga Rp200 ribu per kotak. Harga ini langsung memicu rasa penasaran: apa yang membuatnya istimewa?
Packaging atau TampilanKotak donat Pinkan Mambo hadir dengan warna cerah dan desain yang mencuri perhatian. Begitu dibuka, penampilan donat terlihat berbeda dibanding donat biasa. Ukurannya agak besar, dengan topping bervariasi: ada yang manis klasik, ada juga yang terinspirasi dari lauk rumahan.
Dari segi presentasi, donat ini memang punya daya tarik. Warna, bentuk, dan topping terlihat lebih “premium” dibanding donat pasaran.
Beberapa food reviewer menyebut tekstur donat Pinkan Mambo lebih padat tapi tetap lembut ketika digigit. Tidak terlalu berminyak, meskipun adonannya tergolong berat.
Untuk rasa, variasinya cukup unik:
-
Varian manis klasik → Topping glaze cokelat dan strawberry dengan cita rasa yang familiar, tapi dibuat lebih pekat.
-
Varian asin/gurih → Inilah yang jadi pembeda. Ada kombinasi topping gurih ala lauk, yang jarang ditemui di donat biasa. Rasanya memicu rasa ingin tahu—ada yang cocok, ada juga yang merasa aneh.
Menurut beberapa konsumen, donat ini lebih cocok dianggap sebagai “fusion food” daripada camilan ringan.
Harga Rp200 ribu per kotak memang tinggi jika dibandingkan donat premium lain di pasaran. Namun, faktor yang membuatnya worth to try bagi sebagian orang adalah:
-
Branding selebriti: Membeli donat ini sama artinya mendukung bisnis Pinkan Mambo.
-
Eksperimen rasa: Tidak semua donat menawarkan topping gurih-lauk.
-
Efek viral: Mencoba donat ini memberi pengalaman sosial—ikut jadi bagian dari tren yang sedang ramai dibicarakan.
Bagi pencinta kuliner yang mengutamakan rasa otentik dengan harga rasional, mungkin harganya terasa terlalu mahal. Tapi bagi mereka yang ingin mencoba sensasi “donat viral Pinkan Mambo”, harga dianggap bagian dari pengalaman.
Beberapa netizen menulis di kolom komentar setelah mencoba:
-
“Rasanya enak, tapi kalau disuruh beli lagi, mending sekali aja buat pengalaman.”
-
“Teksturnya beda dari donat biasanya, tapi topping lauknya bikin bingung lidah.”
-
“Packaging dan branding-nya oke, mungkin lebih ke lifestyle food, bukan sekadar camilan.”
Komentar ini menunjukkan bahwa donat Pinkan Mambo lebih dilihat sebagai experience product ketimbang produk kuliner harian.
Donat Rp200 ribu Pinkan Mambo berhasil memadukan rasa penasaran, branding selebriti, dan eksperimen kuliner menjadi fenomena yang viral. Dari segi rasa dan tekstur, memang ada keunikan yang layak dicoba, terutama topping gurih-lauk yang tidak umum.
Namun, apakah harganya sepadan? Jawabannya tergantung. Bagi sebagian orang, ini pengalaman sekali seumur hidup untuk ikut tren. Bagi yang lain, cukup tahu dari review dan konten viral saja.
Satu hal yang jelas, donat Pinkan Mambo sudah membuktikan bahwa makanan sederhana bisa jadi bahan pembicaraan nasional ketika dikemas dengan cerita yang tepat.
jujur penasaran
ReplyDelete