Mencicip Tren Matcha

Mad Matcha - Blok M


Widia Words - Dulu matcha cuma dikaitkan dengan upacara teh tradisional Jepang. Sekarang, dia sudah merambat ke feed Instagram, TikTok, sampai ke kafe dekat rumah. Aroma hijau, warna yang mencolok, rasa yang unik semua bikin matcha jadi favorit baru banyak orang. Aku sendiri suka bikin matcha di rumah, tapi kalau mau santai sejenak, “Mad Matcha” di Blok M jadi alternatif enak.

Matcha itu bukan cuma minuman. Matcha kini jadi bahan wajib di menu hampir semua cafe modern di Indonesia. Rasa hijau yang earthy, filosofi minum teh yang menenangkan, dan tampilan visualnya yang aesthetic jadi senjata kuat bagi cafe agar bisa dibicarakan di media sosial. 

Lagipula, generasi muda suka sesuatu yang bukan cuma enak, tapi juga punya “cerita” dan visual buat konten. Matcha cocok karena warnanya hijau terang, teksturnya bisa dicampur ke latte, dessert, atau milkshake, dan mudah dipadu-padankan. Banyak cafe juga mulai menggunakan matcha grade yang lebih tinggi untuk rasa yang lebih bersih dan sedikit pahit agar tidak hanya manis menyeluruh.

Saya pribadi sih mulai dari bikin matcha di rumah. Cuma powder, air panas, susu (bisa susu sapi atau alternatif seperti oat milk), sedikit pemanis, dan es gampang & puas. Buat yang suka mengatur rasa sendiri, homemade matcha punya kelebihan yaitu bisa kontrol rasa pahit/manis, bisa bereksperimen dengan susu atau sirup.

Tapi ada momen di mana aku pengin lebih santai, keluar, dan cuma duduk sambil menikmati. Di sinilah “Mad Matcha” di Blok M bersinar. Tempatnya cozy, konsepnya kecil tapi “corner shop” yang Instagramable, menu-matchanya biasanya sudah diracik sedemikian rupa agar rasa & teksturnya pas untuk banyak lidah tidak terlalu pahit, tidak terlalu susu menutupi matcha. 



Mad Matcha Blok M

“Mad Matcha” adalah nama kedai kecil di Blok M yang khusus menyajikan matcha. Lokasi tepatnya: Jl. Melawai 4 No.7, Blok M, Jakarta Selatan. Mereka buka sekitar jam 11 pagi hingga malam. Suasananya santai, bisa buat nongkrong sendiri atau rame-rame. Interior sederhana, dengan dekor hijau, pencahayaan alami (atau lampu hangat), meja kayu terasa adem dan gak berlebihan. 

Menu yang biasanya ditawarkan di Mad Matcha antara lain matcha latte, iced matcha, atau variasi minuman matcha dengan pemanis tambahan seperti sirup vanila. Ada juga pilihan dessert ringan (walau info lengkapnya belum sebanyak café-besar). Tempat ini jadi opsi pas kalau pengen matcha tapi gak ingin antre panjang di café premium atau pembayaran yang mahal. 

Salah Satu Matcha Viral di Blok M

Beberapa café di Blok M juga sudah ikut meramaikan tren ini. Contohnya Matchaman, cafe yang sudah cukup dikenal (di samping Haka Dimsum, dekat MRT) dengan menu Matchaman Latte. Harganya sekitar Rp 63.000 untuk satu minuman, dipuji karena suasana dan pelayanan yang nyaman. 

Walau matcha viral, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:

  • Grade matcha: ada yang grade “culinary” (untuk latte, dessert) dan “ceremonial” (lebih murni, pahit, harga lebih mahal). Rasa berubah tergantung kualitasnya.

  • Manis vs pahit: banyak orang lebih suka matcha versi manis agar tidak terlalu pahit. Tapi, kalau terlalu manis bisa menutupi rasa matcha yang seharusnya khas.

  • Harga & lokasi: café matcha premium harganya bisa di atas Rp 50.000-70.000, tergantung tempat. Sementara kedai kecil seperti Mad Matcha bisa lebih terjangkau tergantung menu.

  • Visual & konten: tampilan estetik jadi faktor penting untuk viral. Boleh jadi penyajian dan warna matcha ikut diperhatikan.

Matcha bukan hanya sekedar tren, dia sudah jadi bagian dari gaya hidup, terutama di kota besar seperti Jakarta. Dari homemade di dapur sendiri hingga sudut-sudut “corner shop” seperti Mad Matcha di Blok M, semakin banyak pilihan untuk menikmati rasa hijau yang menenangkan dan fotogenik.

Kalau kamu pecinta matcha, cobain buat sendiri dulu, eksperimen rasa, kemudian sesekali mampir ke Mad Matcha atau cafe lain di Blok M. Siapa tahu kamu menemukan rasa matchamu sendiri yang manis-pahitnya pas, tampilannya Instagramable, dan rasanya bikin nagih.


Comments

Post a Comment