Photobooth Estetik yang Sedang Hits di Jakarta

 

PotraitGo Blok M

Widia Words – Di tengah hiruk pikuk Blok M yang selalu jadi pusat nongkrong anak muda, muncul satu destinasi baru yang sukses mencuri perhatian: Portrait Go, photobooth estetik dengan konsep modern yang viral di media sosial. Bukan sekadar mesin foto instan, Portrait Go menghadirkan pengalaman yang berbeda, lengkap dengan studio kecil, pencahayaan profesional, dan hasil cetakan berkualitas tinggi.

Kalau kita ingat, photobooth dulu hanya berupa mesin di pusat perbelanjaan dengan hasil foto cetak ukuran kecil. Namun, tren photobooth belakangan ini naik kelas, terutama setelah budaya Korea dan Jepang masuk ke Indonesia. Generasi muda mulai menganggap photobooth bukan sekadar hiburan, melainkan juga cara mendokumentasikan momen dengan gaya estetik.

Portrait Go membawa tren ini ke level baru. Dengan booth berdesain minimalis, lighting canggih, hingga pilihan tema foto yang beragam, hasil foto yang keluar bisa langsung masuk feed Instagram atau TikTok.

Salah satu alasan Portrait Go cepat populer adalah harga yang relatif terjangkau.

  • Paket foto standar bisa didapatkan mulai dari Rp40.000–Rp50.000.

  • Paket cetak lebih banyak atau dengan frame khusus bisa mencapai Rp80.000–Rp100.000.

  • Untuk grup berisi 3–4 orang, tersedia paket hemat dengan hasil cetakan tambahan.

Selain cetak fisik, pengunjung juga bisa mendapatkan file digital melalui QR code, sehingga foto bisa langsung dibagikan di media sosial hanya dalam hitungan menit.

Dengan harga setara secangkir kopi di kafe hits, banyak anak muda rela antre panjang demi membawa pulang kenangan dalam bentuk foto fisik yang bisa ditempel di dinding kamar, dompet, hingga scrapbook.

Portrait Go menawarkan beberapa jenis booth dengan karakter berbeda:

  • Classic Booth – nuansa hitam putih minimalis yang timeless.

  • Colorful Booth – pencahayaan neon atau pastel untuk hasil playful.

  • Couple & Group Booth – studio lebih luas untuk pasangan atau grup.

  • Creative Frame Booth – hasil cetakan dengan desain frame ala polaroid atau strip foto retro.

Variasi ini membuat Portrait Go jadi pilihan fleksibel, baik untuk foto iseng, foto couple, maupun foto bareng geng pertemanan.

Lokasi Portrait Go di Blok M memang mendukung. Kawasan ini sudah lama jadi “surga” anak muda, dengan deretan kafe, restoran, toko buku indie, hingga creative space. Photobooth hadir melengkapi ekosistem itu: tempat nongkrong, makan, belanja, lalu ditutup dengan sesi foto.

Pada akhir pekan, suasana Portrait Go semakin ramai. Antrean memanjang di luar booth sudah jadi pemandangan biasa. Banyak pengunjung datang khusus untuk merayakan momen kecil: ulang tahun, anniversary, perayaan kelulusan, atau sekadar dokumentasi jalan-jalan.

Salah satu daya tariknya adalah hasil cetakan yang bisa langsung dibawa pulang. Di era serba digital, foto fisik memberi rasa nostalgia sekaligus eksklusivitas. Tidak sedikit yang menjadikan hasil foto ini sebagai hadiah kecil untuk sahabat atau pasangan.

TikTok dan Instagram menjadi faktor besar yang membuat Portrait Go cepat viral. Video-video unboxing hasil cetak foto, tips pose di photobooth, hingga tren “before-after masuk booth” beredar luas. Banyak pengunjung yang bahkan datang hanya karena melihat video FYP tentang pengalaman di Portrait Go.

Hal ini membuktikan bahwa photobooth bukan sekadar tren offline, melainkan juga bagian dari ekosistem konten digital anak muda. Setiap sesi foto berpotensi menjadi konten baru yang bisa dibagikan ke ribuan orang.

Portrait Go menegaskan bahwa hiburan kecil seperti photobooth kini masuk ke ranah gaya hidup. Sama seperti ngopi di kafe atau nonton konser mini, sesi photobooth dianggap sebagai pengalaman yang wajib dicoba bersama orang terdekat.

Selain itu, keberadaan photobooth ini juga memperkaya wajah Blok M sebagai pusat tren urban Jakarta. Dari kuliner, fashion, hingga spot foto, semuanya berbaur di kawasan ini, membuatnya selalu relevan dengan generasi muda.

Photobooth Portrait Go di Blok M membuktikan bahwa tren bisa lahir dari hal sederhana: ruang kecil, kamera, pencahayaan, dan kreativitas. Dengan harga ramah di kantong, hasil instan, serta daya tarik visual yang kuat, wajar jika tempat ini tak pernah sepi.

Ke depan, bukan tidak mungkin tren photobooth seperti ini akan semakin banyak bermunculan di Jakarta. Tapi untuk sekarang, Portrait Go tetap jadi salah satu ikon baru Blok M yang wajib dikunjungi.

Jadi, sudah siap antre untuk membawa pulang potret estetik ala Portrait Go?


Comments

Post a Comment