Road Trip Campervan ala Ayudia Bing Slamet dan Dittopercussion




Widia Words – Pasangan Ayudia Bing Slamet dan Ditto Percussion seakan tak pernah kehabisan cara untuk berbagi cerita. Lewat kanal YouTube Teman Tapi Menikah, keduanya kerap menampilkan potret kehidupan sehari-hari: dari obrolan ringan, aktivitas bersama anak, hingga perjalanan ke luar negeri. Dari banyak petualangan yang mereka bagikan, road trip dengan campervan di New Zealand menjadi salah satu yang paling mencuri perhatian.

Campervan Menjadi Rumah Kedua

Dalam vlog mereka, Ayudia dan Ditto memperlihatkan bagaimana sebuah campervan sederhana bisa menjadi rumah berjalan. Ada kasur, dapur kecil, dan ruang serbaguna yang bisa dipakai untuk makan atau bermain bersama anak. Semua terekam dengan gaya santai khas mereka: tanpa banyak setting, apa adanya, dan penuh canda.

“Rasanya punya rumah yang bisa ikut kemana-mana. Tidur di pinggir danau, bangun dengan view gunung. Itu pengalaman yang susah banget dilupakan,” ujar Ayudia dalam salah satu vlognya.

Sementara Ditto menambahkan, pengalaman masak di campervan adalah momen favorit. “Masak mi instan di suhu dingin, tapi pemandangannya jutaan dolar. Itu nggak bisa dibandingin sama restoran manapun,” katanya sambil tertawa.

Perjalanan mereka menyusuri jalanan panjang New Zealand memperlihatkan keindahan yang kontras: dari danau jernih berkilau, padang rumput hijau, hingga pegunungan bersalju. Semua direkam dalam gaya khas vlog Teman Tapi Menikah—kadang ribut kecil soal rute, kadang bercanda soal siapa yang harus nyuci piring.

“Tidur di campervan tuh kayak ngekos, tapi kosannya bisa pindah ke tempat paling indah,” celetuk Ditto di salah satu episodenya.

Bagi Ayudia dan Ditto, traveling bukan hanya soal berdua. Mereka kerap melibatkan sang anak, Sekala, dalam perjalanan. Di vlog terlihat bagaimana mereka menyiapkan aktivitas sederhana untuk Sekala: mulai dari menggambar di meja campervan, main bola di padang rumput, hingga ikut memasak bersama.

Kehadiran Sekala justru membuat perjalanan lebih hangat. Mereka menyesuaikan ritme perjalanan—lebih banyak berhenti, lebih sabar, dan lebih kreatif mencari aktivitas—tapi bagi Ayudia dan Ditto, itu bagian dari keseruan. “Traveling sama anak itu memang nggak bisa cepat-cepat. Tapi justru banyak cerita kecil yang bikin seru,” ujar Ayudia.

Konten perjalanan ini mendapat banyak komentar positif dari penonton. Banyak yang mengaku terinspirasi mencoba road trip serupa dengan campervan.

  • “Seru banget lihat mereka. Jadi pengen ke New Zealand juga.”

  • “Ternyata traveling bareng anak bisa seseru itu, asal kreatif.”

  • “Kontennya bikin semangat, bukan cuma pengen jalan-jalan, tapi juga pengen lebih deket sama keluarga.”

Tak sedikit juga yang bilang kalau video Ayudia dan Ditto terasa seperti teman sendiri yang sedang berbagi cerita perjalanan, bukan sekadar konten selebriti.

Lifestyle Dekat dengan Alam

Dari perjalanan mereka, terlihat bahwa traveling bukan sekadar mengejar destinasi, tapi juga tentang menikmati proses. Campervan memberi kebebasan untuk menentukan ritme sendiri, berhenti di tempat yang disukai, atau sekadar membuka jendela sambil menyeruput kopi panas.

Selain itu, aktivitas sederhana seperti memasak, membereskan campervan, hingga bercengkerama bersama keluarga memberi kesan bahwa gaya hidup sehat dan dekat dengan alam bisa dimulai dari hal-hal kecil.

Melalui vlog Teman Tapi Menikah, Ayudia Bing Slamet dan Ditto Percussion menunjukkan bahwa traveling dengan campervan bisa jadi pengalaman penuh makna. Bukan sekadar liburan mewah, tapi perjalanan yang menekankan kebersamaan, kreativitas, dan kebebasan menikmati alam.

Dari jalanan panjang New Zealand hingga pagi yang disambut pemandangan pegunungan, mereka membuktikan bahwa rumah bukan hanya bangunan permanen, tetapi juga bisa hadir di campervan yang sederhana asal dijalani bersama orang-orang tersayang.


Comments

Post a Comment